19.2.07

Lupa (buat boy)

Gw sering lupa, dan gw yakin ga sendirian. Semua orang pasti pernah lupa, kecuali Christopher Boone, anak autis di buku
Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran . Ceritanya seru karena mengambil sudut pandang si anak autis itu memandang dunia.
Tulisan ini ga akan membahas buku itu, tapi tentang lupa. Awalnya gini, gw baca tulisannya Enda tentang lupanya dia kapan terakhir kali Surga dan Neraka memotivasi dia melakukan sesuatu. Dan gw jadi sadar bahwa gw juga udah lupa. Bukan cuma itu, gw juga lupa apa tujuan hidup gw. Saat sholat Jum'at tadi, gw coba mengingat kembali. Ya, tujuan hidup seseorang kadang berubah. Saat ini begini, saat itu begitu.
Tujuan hidup seseorang biasanya membentuk sebuah tujuan jangka panjang dalam hidup. Gw mau lulus kuliah kapan, kerja apaan, merit kapan, punya anak berapa, dan lain2. Dari tujuan2 panjang itu kadang membentuk rencana2 pendek pula. Seperti, kalo mau lulus cepet, brarti gw harus ngambil mata kuliah apa aja semester ini. Dari situ timbul lagi rencana yang lebih pendek lagi, kaya bulan ini mau ngapain dan bla.. bla.. bla.. sampe rencana harian.
Wow.., ternyata hidup gw jadi penuh rencana. Karena kebanyakan, kadang gw lupa dengan rencana jangka panjang dan tujuan hidup.
Namun, ada yang bilang lupa itu anugerah. Kalo ga lupa, betapa menderitanya gw dengan ingatan2 buruk. Saat abang gw meninggal, temen gw kakinya patah,saat patah hati, tsunami Aceh, ngeliat orang kelindes mobil, dan sebagainya.
Afterall, menurut gw, ga papa lah kita lupa, asal jangan lupa dengan tujuan besar kita.